Sabtu, 05 Januari 2013

Simply style

This is my 1st video tutorial for simply daily hijab style., i'm sorry for bad quality., please enjoy :)


the result

Minggu, 04 November 2012

my new toy

Assalamu'alaikum

All right it's a late posting.,. hihihi aq tau aq tau ini produk emang dah lama banget ada di pasaran. Buuut you know what? Aq baru coba hehehe #ngomongin apa sih nih?

Taddaaaaaaaaa!!!!

Add caption
Here we goes., ini foundi Revlon Colorstay Mineral Mousse ternyata cocok banget dipake dimuka yang berminyak. Beneran nempel banget. Sekian lama gonta ganti foundi akhirnyaaaaa ngerasa fix banget sama yang satu ini. Aq kebetulan pake yang No. 030 atau warna Light. Harga? Ini lumayan affordable, only Rp.135k apalagi bisa lama banget habisnya. Kata c mba SPG nya sih begitu. Tapi masuk akal juga kalo dikira kira pemakaian yang cuma seujung jari setiap hari juga kayaknya bisa nyampe 3 bulanan. PS. Buat make up ga boleh di simpen dan dipake lama lama yaa., ingettt!!! ada kadaluarsanya.

Nah sekarang beralih ke Revlon Face Powder nya.,aq pake Creamy Peach 24. Bedak ini dipakenya ringan banget. Kalo ga mau terlihat menor, ini oke kok. Harganya juga ringan Rp. 35k.

Abis review, apa mau pake terus? Kalo aq iya. Definitely Yes. 

Wassalamualaikum :)


Senin, 01 Oktober 2012

Dress up my life!!!


Assalamualaikum beauties.,
First of all I don’t know why that I’m falling in love with dresses. It always comes first when I decided to wear a clothes on and it fits me. Since I was wearing hijab, I wear unsleeves dress with a cardigan or jacket. It looks good combine though. Here’s some references from ‘mbah google’. 

nice
sweet
lovely
cute


Give any idea??


Minggu, 23 September 2012

Wishing a fallen star



Assalamualaikum

Sebenernya aku ga ingin tulis curhatan tentang ini. Karena aku pun sama sekali ga pernah ungkapin ke orang lain. Kecuali suami aku, itupun udah lama banget karena aku ingin dia berhenti khawatir dan aku ga ingin dia tahu kalo aku sering galau. Tapi somehow aku ga pengen pendam ini sendirian. So I decide to blow up 'kegalauan' aku disini. :(

Wishing fallen star.., yup it means expecting a miracle to happen. It's a miracle when we want something soooo bad, hoping but still out of our sight. Kinda melancholistic., atleast this is how I feel right now.

I had a moment when I feel really down. It's clueless, desperate, it's a lot of tears, it's broken hearted, it's really pain in the as*. (just saying). There's a moment I felt really tired with everything that I've done. I felt that I put my effort on this together with my hubby. But then again it's a failure.

That sensitiveness just come and go during all this years. Yes, I'm married for about 19 months now. Happy?? Yes I'm happy.Alhamdulillah. My other half is everything I need. He's caring, responsible, determined, family man, mature and funny person. I love him. But everytime I looked at him, it's kinda tear me down. There's always one thing came through my mind. A baby. I want it and I know my hubby desperately want it too even he never say that to me.

Tahun pertama memang berat. Memikirkannya pun sedih. Setiap dinanti kali itu juga belum diberi rezeki. Rasanya seperti 'kenapa??'. Saat itu cuma bisa menangis ke suami. Suami awalnya hanya menenangkan, memeluk, menegarkan dan melimpahiku dengan do'a. Tapi ada satu moment aku menangis, kulihat dia menangis juga. Ya Allah aku merasa telah menambah beban yang berat ke pundak suamiku. Rasanya ingin kuucap maaf tapi sulit.

Merenung berkali-kali bagaimana caranya agar bisa belajar pasrah, ikhlas, husnuzhan dengan ketentuan Allah SWT. Tapi lagi-lagi dihadapkan dengan lingkungan yang *maaf* kurang dalam bahasa. Kalo cuma 'belum isi ya??' Atau 'cobain program' mah itu sih lumayan comforting sound ya. Tapi ini, kadang sering bikin jengah juga. Dan aku masih dikasih sabar tanggepinnya. Aku paling senyum Atau bilang amin. Padahal sampai ke rumah, ya nangis lagi. Jangankan dari omongan orang lain ya, ini sering juga pikiran sendiri yang bikin desperate. Misalnya temen yang nikahnya duluan aku tapi hamilnya Mereka yang duluan. Perasaan aku saat itu memang belum seluas sekarang. Jadi jujur itu lumayan bikin broken heart, ngiri dan lagi-lagi down.

Kadang kalo sekiranya ga terlalu kuat ya aku bilang sama ibuku. And just like a breeze. Ibuku saat itu bilang 'itu sudah rezekinya, rezekimu belum turun. Allah tau waktu yang pas, sabar jangan terus-terusan bikin suamimu sedih'.

Tapi Alhamdulillah mungkin karena kelelahan dan bosan akhirnya hatiku bisa luas memandang ini. Akhirnya aku bisa tulus ikut bahagia dengar kabar bahagia, aku bisa senyum ikhlas dengan ocehan dari samping kiri kanan. Aku hanya merasa hidup aku sedikit lebih optimis lagi. Suami ga pernah berhenti bilang 'ayo berdoa bareng, tingkatin ibadahnya, dan ayo hidup lebih bahagia lagi., kalo masih gagal, mungkin anak yang ini ga sholeh nantinya,makanya keluar lagi. Allah lagi siapin anak yang sholeh sholehah sehat pintar cantik tampan buat kita, nanti di waktu yang benar-benar tepat,. Insyaallah'. Oo I've cried while he was saying this. Even I write it down right now,. It's tearing me. :').

Aku hanya berharap, Ya Allah, kesulitan ini, cobaan ini kau berikan pada kami, kumohon berikan pula dengan kesabaran pada kami. Biarkan kami menghadapi masa-masa sulit ini dengan keimanan padaMu. Sampai saat bahagia itu tiba. Saat Kau percayakan titipanMu yang berharga pada kami, kumohon berkahilah keluarga kecil kami dengan rahmat hidayah Mu selama kami hidup. Berkahilah putra putri kami kelak. Kuatkan lah iman islamnya. Sehatkanlah jasmani dan rohaninya. Pintarkanlah mereka menggunakan ilmunya. Jadikanlah mereka anak-anak yang berbakti pada orang tuanya, berguna untuk agamanya, negaranya dan orang disekelilingnya. Amiiinn Allohuma Amiiinn.

Untuk anugerah terindah milik Allah
'Nak, aku tahu kau belum diberikan izin dari Allah untuk turun ke rahimku. Aku percaya suatu saat Kau akan memenuhi takdirmu menjadi buah cinta aku dan ayahmu kelak. Jangan khawatir, ayahmu sangat menyayangiku, sangat mencintaiku. Bila kau ada, dia akan menyayangi dan mencintaimu juga. We're missing u, baby A.'

Senin, 03 September 2012

Tied the knot



Assalamu'alaikum,.,.

Tiba tiba kegerak nih buat nulis lagi. Hmm kali ini mau keinget inget lagi waktu masa-masanya newlywed. Hehe biar basi tapi minimal aku punya catatan memori sama hubbyku buat di ingat-ingat lagi. Hihi.

My wedding was held in november 27th 2010. It's a simple wedding and it's a gift from my sister and her husband for me. I must say I grew up mostly with them. So they considered me as their daughter. Even the wedding was held in their residence also. Alhamdulillah.

Here we come., as a newlywed, me and my hubby spent one week nowhere but the house. Yes, it was truly boring. My grand father believe that as 'panganten' 'ga Boleh keluar rumah Sampe 7 hari' jangan tanyain kenapa. Senjata orang sunda, c kakek cuma bilang 'PAMALI'. Hehe., oke deh.,. Daripada dilawan trus kenapa-kenapa, ia ga??

Untungnya hubby aku cuti nya 2 minggu, jadi masih ada waktu seminggu deh buat main kesana kemari. Tapi sadly aku malah dapet cuti kerja waktu itu cuma seminggu. Aslinya sih cuma dapet 3 hari. Tapi aku ngebandel aja dah. Hehe. O ia notice nih, saat itu aku masih kerja dan belum resign dari kantor PLN Bandung Selatan. Sedangkan hubby aku kerja ma domisili di Serang, Banten.

Nah seminggu terakhir dia cuti, sebenernya dia Bete. Coz of, aku kerja, and dia?? Di rumah kakak aku just sleep and digangguin ponakan aku yang waktu itu masih 3 tahun. Haha. Saat itu peran kayak ketuker aja deh. But we actually enjoying our last week together before he goes back to serang.

Aku sama hubby saat itu banyak ngobrol soal kapan aku musti resign, kapan aku musti pindah ke rumah suami, kalau belum siap pindah gimana teknisnya kami ketemu, and blablabla. Saat itu satu kesepakatannya, aku belum siap resign (*karena aku  bettaaaaaaahhhh banget kerjanya dan as my brother's assistant, aku ga tega dan ga berani bilang mau keluar,. I just can't), otomatis belum ingin pindah, dan kami giliran kunjung-kunjungan (*jadi setiap minggu sekali gantian). Oke we have a deal.

Daaaann, datanglah hari minggu, it's time for him to go back. And O My God, aku kok Yaaa beraaatttt gitu di tinggalin. Cry me a river dong. Padahal minggu depan juga bisa ketemu lagi. Ckckck. So on and so on and here's come the weekend. Aku punya giliran Pertama pergi. Well it's my first time and I little bit worried. And it's a night drive too. But Alhamdulillah lancarrrrr. I haven't sleep also. Hahhahah *baca: parno.

Ini berlangsung hampir kurang lebih 7 Sampe 8 bulan. Bolak balik kayak setrikaan. Yang jalanin masih enjoy saat itu, tapi yang merhatiin.,. 'Ih ga cape ya??' Atau 'gimana mau punya momongan kalo selalu cape di Jalan?' Atau bahkan ada yang nyinyir 'keluar kerja aja sih? Ngapain ninggalin suami'. Well I take that. Selama sebulan-bulan itu, emang jadi bahan perenungan buat aku sendiri. Aku juga lelah sebenernya. Tapi satu hal buat aku jadi pengecut lagi, kakak ku justru sering bilang 'ga apa-apa jauhan dulu anggap aja pacaran' atau 'enak kan ada jalan-jalan nya?' blablabla. Kan aku jadi ciut ya. Akhirnya aku cuma bisa manggut-manggut.

Dan ga lama aku tau ternyata dipihak hubby juga dapet tekanan serupa yang secara ga langsung merubah sikap dia tentang issue ini. Aahhkkk. And he pushed me to talk to them. It was the hardest time. I have to pick one. Keinginan kakak atau ikut suami and drop my ego down. Ga jarang juga aku berdoa suami pindah ke bandung. Tapi ga mungkin juga. :(

Akhirnya lebaran 2011 kemarin I'm officialy moving out from bandung to serang. Kinda sad, uncomfortable, feel alone. Hiks. Well it's the weather that uncomfy. It's very much hot weather. Not warm as my hubby said. Hehe. Tapi lama-lama bisa adapts juga. Ga cuma itu, career woman transform to a wife a.k.a. Housekeeper.

Wanna know how it feels?? It such a boring instead. Tapi lama-lama sadar juga kalo pahala dan ibadah lebih banyak bisa didapet. Of course nyiapin keperluan suami sekecil apapun kan diganjar pahala asal ridho. Betul? Nilai pernikahan ini yang sempet aku lupain. I just clueless and hilaf. Astagfirullah.

itu sepenggal up and down nya tahun Pertama kami berumah tangga. Moga aja ada kericuhan di awal ada ketenangan di akhir. Amiiinn.

Wassalam.


Minggu, 26 Agustus 2012

Met my other half #part 2



Oke .,here's the thing is I don't know anything about him, where he lives, what kind of neighborhood he was living in. By that time I just clueless. Then something came to my mind is 'lahaula wala quwwata illa billah' ., I'm not saying anything. Only one word. 'Insyaallah'.
Aq sih ingetnya ibu q bilang 'Jalani aja dulu siapa tau baik untuk Kamu, yang ibu liat sih sopan anaknya biar agak pendiem dan suaranya pelan sekali' #tipikal mas mas kan gitu ya?? Kalem Kalem gimanaaa gitu# aheuu. Ibu q kasih rumus lagi, 'sering istikharah sama tahajud biar diliatin Baik apa ngga nya'.
Subhanallah singkat kata aq ga tau berasa kok chemistry jadi nambah terus. Ya lewat mimpi dsb blablabla. Padahal itu bulan ke tiga kami berkomitmen. Dan satu bulan hanya sekali ketemunya. It means only three times.
Terus dari situ, hubungan kami agak bermasalah. He was doubting LDR. #bdg-cilegon#. Well we never know how strong the relationship without any trouble, right? Just say it that way.
And we had time out just to think how badly we want this. It happened for almost a month. But then, I don't know what came through his mind. #let say Allah 'Maha Kuasa Penggerak dan Pembolak balik Hati'. He suddenly proposed me. 2nd time. This time was officially. Kali ini keluarga bakal dia bawa langsung ke bandung. Then 'bang'. The Proposal was Accepted.
Just like the other couple. We arranged our marriage.
Past 6 month, then here comes the D-Day. Aq  ga tau orang lain mengalaminya juga atau  ngga. Tapi yang jelas aq tidak bisa tidur sama sekali. Those mind are comes and goes. Dan keinginan untuk diberikan yang terbaik oleh  Allah makin kerap aq ucapkan. Bahkan sholat shubuh pun I've cried soooooo hard. It's just like shocked. #please deh.,. Pdhl kan pilihan sendiri yak??? Soooooo sad, happy all gather in my head.
Sad because I had clueless about marriage life and I have to leave my family. It's just like my father doesn't have any responsibilities over me anymore. Happy because I have my own partner in life that I can count on. I have a friend, brother, father, lover in one package. Yes.,. On him. Finally.
Aq percaya jodoh itu dia, setelah aq akhirnya duduk di meja akad nikah, di samping dia. Saat itu aq bilang dalam hati 'ini janji Allah, Dia telah menunjukan yang terbaik buat aq., Insyaallah'. Ijab qabul in one shot. I still remember how hard his voice when he says 'saya terima nikah dan kawinnya Elin .,. Blablaba'., and me?? Aq cuma shahadat, takbir, istighfar, dsb. Just for couraging him.
Only in one minute I turned to be his wife.,. Awww like that title.

This is dedicate to him. Who always been like my friend, my brother, my father, my husband and my lover. There you go. You have complete me.....